close to you
Jumat, 26 Oktober 2012
(resep) Jengkol Bumbu Kacang
bahan:
-1 kilo jengkol,rebus hingga lunak,pipih kan
-1 cu air
bumbu halus:
-1/2 cup kacang tanah,goreng
-3 buah cabe rawit merah
-3 cabe merah kriting
-2 buah bawang putih
-1 sdt garam
-1 sdt sasa
-1 sdm gula merah
-2 sdm air asam jawa
CARA:
tumis bumbu halus,masukan air,air asam jawa,gula,garam,sasa,masukan jengkol,masak hingga air habis.sajikan dgn taburan bawang goreng
(resep) Stik Kentang Vegas
BAHAN:
-4 buah kentang,kupas potong2 memanjang
-1 CUP terigu
BAHAN PENCELUP:
-1/2 cup terigu
-5 sdm tepung beras
-1 sdt garam
-air secukupnya
BUMBU HALUS:
-1 sdt ketumbar
-3 siung bawang putih
-1/4 sdt merica
CARA:
Campur bumbu halus dgn 1/2 cup terigu,tepung beras,beri garam,tuang air perlahan2 hingga mengental,masukan kentang ke adonan pencelup lalu guling2 ke terigu.goreng hingga matang
Kamis, 11 Oktober 2012
CARA KERJA JARINGAN WIRELESS

Jaringan wireless: jaringan yang mengkoneksikan dua komputer atau lebih menggunakan sinyal radio, cocok untuk berbagi-pakai file, printer, atau akses Internet.
* Berbagi sumber file dan memindah-mindahkannya tanpa menggunakan kabel.
* Mudah untuk di-setup dan handal sehingga cocok untuk pemakaian di kantor atau di rumah.
* Produk dari produsen yang berbeda kadang-kadang tidak kompatibel.
* Harganya lebih mahal dibanding menggunakan teknologi ethernet kabel biasa.
Bila Anda ingin mengkoneksikan dua komputer atau lebih di lokasi yang sukar atau tidak mungkin untuk memasang kabel jaringan, sebuah jaringan wireless (tanpa kabel) mungkin cocok untuk diterapkan. Setiap PC pada jaringan wireless dilengkapi dengan sebuah radio tranceiver, atau biasanya disebut adapter atau kartu wireless LAN, yang akan mengirim dan menerima sinyal radio dari dan ke PC lain dalam jaringan. Anda akan mendapatkan banyak adapter dengan konfigurasi internal dan eksternal, baik untuk PC desktop maupun notebook. Mirip dengan jaringan Ethernet kabel, sebuah wireless LAN mengirim data dalam bentuk paket. Setiap adapter memiliki nomor ID yang permanen dan unik yang berfungsi sebagai sebuah alamat, dan tiap paket selain berisi data juga menyertakan alamat penerima dan pengirim paket tersebut. Sama dengan sebuah adapter Ethernet, sebuah kartu wireless LAN akan memeriksa kondisi jaringan sebelum mengirim paket ke dalamnya. Bila jaringan dalam keadaan kosong, maka paket langsung dikirimkan. Bila kartu mendeteksi adanya data lain yang sedang menggunakan frekuensi radio, maka ia akan menunggu sesaat kemudian memeriksanya kembali. Wireless LAN biasanya menggunakan salah satu dari dua topologi--cara untuk mengatur sebuah jaringan. Pada topologi ad-hoc--biasa dikenal sebagai jaringan peer-to-peer--setiap PC dilengkapi dengan sebuah adapter wireless LAN yang mengirim dan menerima data ke dan dari PC lain yang dilengkapi dengan adapter yang sama, dalam radius 300 kaki (±100 meter). Untuk topologi infrastruktur, tiap PC mengirim dan menerima data dari sebuah titik akses, yang dipasang di dinding atau langit-langit berupa sebuah kotak kecil berantena. Saat titik akses menerima data, ia akan mengirimkan kembali sinyal radio tersebut (dengan jangkauan yang lebih jauh) ke PC yang berada di area cakupannya, atau dapat mentransfer data melalui jaringan Ethernet kabel. Titik akses pada sebuah jaringan infrastruktur memiliki area cakupan yang lebih besar, tetapi membutuhkan alat dengan harga yang lebih mahal. Walau menggunakan prinsip kerja yang sama, kecepatan mengirim data dan frekuensi yang digunakan oleh wireless LAN berbeda berdasarkan jenis atau produk yang dibuat, tergantung pada standar yang mereka gunakan. Vendor-vendor wireless LAN biasanya menggunakan beberapa standar, termasuk IEEE 802.11, IEEE 802.11b, OpenAir, dan HomeRF. Sayangnya, standar-standar tersebut tidak saling kompatibel satu sama lain, dan Anda harus menggunakan jenis/produk yang sama untuk dapat membangun sebuah jaringan. Semua standar tersebut menggunakan adapter menggunakan segmen kecil pada frekuensi radio 2,4-GHz, sehingga bandwith radio untuk mengirim data menjadi kecil. Tetapi adapter tersebut menggunakan dua protokol untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pengiriman sinyal:
* Frequency hopping spread spectrum, dimana paket data dipecah dan dikirimkan menggunakan frekuensi yang berbeda-beda, satu pecahan bersisian dengan lainnya, sehingga seluruh data dikirim dan diterima oleh PC yang dituju. Kecepatan sinyal frekuensi ini sangat tinggi, serta dengan pemecahan paket data maka sistem ini memberikan keamanan yang dibutuhkan dalam satu jaringan, karena kebanyakan radio tranceiver biasa tidak dapat mengikutinya.
* Direct sequence spread spectrum, sebuah metode dimana sebuah frekuensi radio dibagi menjadi tiga bagian yang sama, dan menyebarkan seluruh paket melalui salah satu bagian frekuensi ini. Adapter direct sequence akan mengenkripsi dan mendekripsi data yang keluar-masuk, sehingga orang yang tidak memiliki otoritas hanya akan mendengar suara desisan saja bila mereka menangkap sinyal radio tersebut.
Vendor wireless LAN biasanya menyebutkan transfer rate maksimum pada adapter buatan mereka. Model yang menggunakan standar 802.11 dapat mentransfer data hingga 2 megabit per detik, baik dengan metode frequency hopping atau direct sequence. Adapter yang menggunakan standar OpenAir dapat mentransfer data hingga 1,6-mbps menggunakan frequency hopping. Dan standar terbaru, HomeRF dapat mengirim dan menerima data dengan kecepatan 1,6-mbps (dengan menggunakan metoda frekuensi hopping). Wireless LAN kecepatan tinggi menggunakan standar 802.11b--yang dikenal sebagai WiFi--mampu mengirim data hingga 11-mbps dengan protokol direct sequence. (infokomputer.com)
Software dan Hardware yang berhubungan diantaranya adalah PCMCIA Adapter, Mini PCI bus adapter, Hardware Access Point + plus, USB Add-on PCI slot, USB Wireless Adaptor adapun salah satu softwarenya adalah software Antamedia Hotspot Manager untuk memanajemen jaringan dan Windows XP sebagai sistem operasi, setelah itu diinstall di PC server
http://why-manofletters.blogspot.com/2010/12/cara-kerja-jaringan-wireless-software.html
Rabu, 10 Oktober 2012
KOLABORASI ARSITEKTUR
Standal one (one-tier)
Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada
mainframe. Kode aplikasi, data dan semua kompoenen sistem ditempatkan dan
dijalankan pada host. Seperti terlihat pada gambar dibawah ini.
Walaupun kmputer client dipakai untuk mengakses
mainframe, tidak ada pemrosesan yang terjadi pada mesin ini dan karena merak
“dump-client” atau “dump-terminal”. Tipe model ini, dimana semua pemerosesan
terjadi secara terpusat, dikenal sebagai berbasis-host sekilas dapat dilihat
kesalahan pada model ini. Ada 2 masalah pada komputasi berbasis host:
Semua pemrosesan terjadi pada sebuah mesin tunggal,
sehingga semakion banyak user yang mengakses semakin kewalahan
jadinya. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa kantor pusat, user yang dapat
mengakses mainframe adalah yang berlokasi pada tempat itu, membiarkan kantor
lain tanpa akses ke aplikasi yang ada.
Pada saat itu jaringan sudah ada namun masih dalam tahap
bayi, dan umumnya digunakan untuk menghubungkan terminal dump dan mainframe.
Internet baru saja dikembangkan oleh pemerintah US dan pada saat itu dikenal
sebagai ARPANET. Namun keterbatasan yang dikenakan pada user mainframe dan
jaringan telah mulai dihapus.
Client/Server
Dalam model
client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server.
Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyak client dan
sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan, seperti terlihat dalam gambar
1.2. Aplikasi ditempatkan pada komputer client dan mesin database dijalankan
pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database
yang mengirimkan kembali data ke client-nya.
Dalam client/server, client-client yang cerdas bertanggung
jawab untuk bagian dari aplikasi yang berinteraksi dengan user, termasuk logika
bisnis dan komunikasi dengan server database. Tipe-tipe tugas yang terjadi pada
client adalah :
· Antarmuka
pengguna
· Interaksi
database
· Pengambilan
dan modifikasi data
· Sejumlah
aturan bisnis
· Penanganan
kesalahan
Server database berisi mesin database, termasuk tabel,
prosedur tersimpan, dan trigger (yang juga berisi aturan bisnis). Dalam sistem
client/server, sebagian besar logika bisnis biasanya diterapkan dalam database.
Server database manangani :
· Manajemen
data
· Keamanan
· Query,
trigger, prosedur tersimpan
· Penangan
kesalahan
Arsitektur client/server merupakan sebuah langkah maju karena
mengurangi beban pemrosesan dari komputer sentral ke komputer client. Ini
berarti semakin banyak user bertambah pada aplikasi client/server, kinerja
server file tidak akan menurun dengan cepat. Dengan client/server user dair
berbagai lokasi dapat mengakses data yang sama dengan sedikit beban pada sebuah
mesin tunggal. Namun masih terdapat kelemahan pada model ini. Selain
menjalankan tugas-tugas tertentu, kinerja dan skalabilitas merupakan tujuan
nyata dari sebagian besar aplikasi. Model client/server memiliki sejumlah
keterbatasan :
· Kurangnya
skalabilitas
· Koneksi
database dijaga
· Tidak
ada keterbaharuan kode
· Tidak
ada tingkat menengah untuk menangani keamanan dan transaksi
Three-tier/multi-tier
Model three-tier atau multi-tier dikembangkan
untuk menjawab keterbatasan pada arsitektur client/server. Dalam model ini,
pemrosesan disebarkan di dalam tiga lapisan (atau lebih jika diterapkan
arsitektur multitier). Lapisan ketiga dalam arsitektur ini masing-masing menjumlahkan
fungsionalitas khusus. Yaitu :
· Layanan
presentasi (tingkat client)
· Layanan
bisnis (tingkat menengah)
· Layanan
data (tingkat sumber data)
Layanan presentasi atau logika antarmuka pengguna
ditempatkan pada mesin client. Logika bisnis dikeluarkan dari kode client dan
ditempatkan dalam tingkat menengah. Lapisan layanan data berisi server
database. Setiap tingkatan dalam model three-tier berada pada komputer
tersendiri, seperti pada gambar 1.3
Konsep model three-tier adalah model yang
membagi fungsionalitas ke dalam lapisan-lapisan, aplikasi aplikasi
mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan, dan keamanan.
http://tartil-freedom.blogspot.com/2012/10/kolaborasi-arsitektur.html
ARSITEKTUR TELEMATIKA DARI SISI KLIEN-SERVER
Klien-server merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak: pihak klien dan pihak server. Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan komponen server. Komponen klien juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen klien dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen klien tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentuk request terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server. Komponen server akan menerima request dari klien, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada klien. Klien pun menerima informasi hasil pemrosesan data yang dilakukan server dan menampilkannya kepada pengguna, dengan menggunakan aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna.
1. Arsitektur Client / server
Ciri-ciri :
- Menggunakan LAN untuk mendukung Jaringan PC
- Masing –masing PC memiliki penyimpanan tersendiri
- Berbagi hardware dan software
Ciri- ciri :
- semua pemrosesan dilakukan pada sisi workstation
- satu atau beberapa server terhubungkan dalam jaringan
- server bertindak sebagai file server
- file server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file tersebut.
- setiap klien dilengkapi DBMS tersendiri, DBMS berinteraksi dengan data yang tersimpan dalam bentuk file pada server.
Ciri-ciri :
- Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai
- Database server bertanggung jawab pada penyimpanan , pengaksesan, dan pemrosesan database
- Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi
1. Arsitektur Single- Tier
Arsitektur Single- Tier adalah semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada computer yang sama. Sederhana dan alternatifnya sangat mahal. Membutuhkan sedikit perlengkapan untuk dibeli dan dipelihara.
2. Arsitektur Two-tier
Pada Arsitektur Two-tier, antarmukanya terdapat pada lingkungan desktop dan system manajemen database biasanya ada pada server yang lebih kuat yang menyediakan layanan pada banyak client. Pengolahan informasi dibagi antara lingkungan antarmuka sistem dan lingkungan server manajemen database.
3. Arsitektur Three-tier
Arsitektur Three-Tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Di tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan antara sistem user interface lingkungan client dan server manajemen database lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server. Middleware menjalankan fungsi dari antrian, eksekusi aplikasi dan database staging.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Klien-server
http://rayhans09.blogspot.com/2011/09/arsitektur-sisi-client-server-dan.html
http://zikriimam.wordpress.com/2011/10/12/arsitektur-telematika/
Kamis, 04 Oktober 2012
(resep) Siomay Ayam Kuah
bahan:
-6 lembr kulit pangsit siap pakai,
-50 gr wotlel serut
adonan isi:
-200 gr daging ayam cincang
-2 siung bawang putih,parut
-1 sdm irisan bawang merah
-1 sdm terigu
-1 sdm tepung kanji
-1 kuning telur
-1/2 sdt merica
-1 sdt garam
cara:
siapkan mangkok2 tahan panas olesi sdikit minyak,lapisi masing2 dgn kulit pangsit isi dgn adonan hingga penuh beri parutan wortel d atasnya kukus hingga matang,
KUAH:
500 ml air
-350 gr tulang ayam
-1 siung bawang putih cincang,tumis
-1/2 sdt merica bubuk
-1 sdt garam
-1 sdm irisan kasar daun bawang
cara:tumis bwang putih,masukan air,tulang ayam,garam,merica,daun bwang,hingga mendidih sisihkan
penyajian:
taru siomay dlm mangkuk tuangi kuah,taburi bwang goreng dan daun bwang
(resep) Mie Bayam
bahan:
-50 gr bayam yg sudah disiangi di blender dgn 30 ml air matang
-250 gr terigu
-75 gr sagu
-2 butir telur
-1 sdt garam
cara:
aduk rata semua bahan sampai menggumpal diamkan 15 menit giling tipis adonan,potong memanjang taburi terigu agar tdk lengket,didihkan 1 liter air dan 1 sdt minyk goreng masukan mie rebus hingga matang--
Langganan:
Postingan (Atom)


