close to you

Kamis, 26 Juli 2012

::: PADANG MAHSYAR , LADANG PENGHITUNGAN AMAL MANUSIA :::

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=265948943508950&set=a.223179777785867.42089.178477708922741&type=1&theater


Rasulullah SAW bersabda :
Kelak pada saat tiba hari kebangkitan , manusia-manusiaakan digiring ke Mahsyar pada hari kiamat nanti yang pertama dalam keadaan berjalan, kedua mereka yang berkendaraan, dan ketiga mereka yang berjalan dengan menggunakan mukanya (HR. Ath Tirmidzi)



Berkumpulnya manusia di padang Mahsyar adalah suatu kepastian. Mereka berada disana setelah bunyi sangkakala ditiup kembali untuk kesekian kalinya membangkitkan mereka yang telah mati.

“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah semua yang dilangit dan dibumi. Kecuali yang Allah kehendaki. Kemudian ditiup kembali , maka berdirilah mereka menunggu (QS AZ Zumar : 68)



Setelah itu mereka digiring oleh Tuhan ke suatu tanah lapang yang sangat luas, rata , warnanya putih dan tidak ada tempat persembunyiannya . Itulah gambaran padang mahsyar kata Imam Al Ghazali dalam : Rahasia Hari Kebangkitan.



“Dan ingatlah hari ketika kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami . lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok). (QS An Naml : 83)



Manusia pada saat itu ada yang mukanya seperti kera, babi, dalam keadaan terjungkir kakinya diatas kepalanya dibawah, dalam keadaan buta dan tuli serta tidak berakal, dalam keadaan mengunyah ludahnya sendiri. Sedang lidahnya itu menjulur kebawah sampai dadanya. Dan dari mulutnya keluar nanah yang menjijikkan, dalam keadaan terpotong kedua tangannya dan kedua kakinya , dalam keadaan tersalib di pohon kurma, dalam kedaan berbau busuk, dan dalam keadaan menggunakan pakaian dari ter yang panas. Mereka inilah orang-orang yang tidak mendengarkan ajaran Tuhan.



Sementara bagi orang yang bertakwa , wajah mereka berseri-seri dan terlihat tampan sekali. Adanya perbedaan penggambaran beberapa golongan ini secara persis di isyaratkan dalam firman Nya - QS Maryam : 85-86,

“Dan ingatlah hari ketika kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan yang Maha Pemurah, sebagai perutusan yang terhormat dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka jahanam dalam keadaan dahaga. “



Ketika Siti Aisyah mendengar Rasulullah bersabda :

Manusia diikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan telanjang kaki, telanjang badan dan tidak dikhitan, ia bertanya : wahai rasulullah , semua laki-laki dan perempuan saling melihat satu sama lain. Dan Rasul menjawab, wahai Aisyah : Urusan pada saat itu jauh lebih penting ketimbang sekedar memandang satu sama lain (HR Bukhari Muslim)



Allah pun berfirman :

“Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan yang pertama, begitulah Kami mengulanginya. Itulah janji Kami , Kami sungguh akan melaksanakannya”
(QS An Ambiya : 104)



Setelah berkumpul di padang mahsyar semua amal perbuatan manusiapun siap-siap untuk dihitung. Namun sebelum itu, mereka mengadakan upacara terlebih dahulu. Dalam upacara itu semua manusia berbaris dan berkumpul dengan pemimpin-pemimpinnya dan imam-imamnya yang mereka ikuti sewakti hidup di dunia.



“ Ingatlah suatu hari yang di hari itu Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya “
(QS Al Isra : 71)


Bersamaan dengan itu bendera-benderaspanduk dan panji-panji dipasang dan dikibarkan sebagai tanda pengenal dan identitas golongan umat manusia. Bendera panji-panji itulah yang disebut Liwaa’ul Hamdi, yang artinya bendera pujian. Umat Islam akan berbaris dengan beberapa barisan dibawah panji-panji sesuai apa yang telah mereka lakukan dalam hidupnya.




Bendera itu dipasang dan dikibarkan oleh orang-orang pilihan :

Bendera Kebenaran (Liwa al shidqi) dikibarkan oleh Abubakar Al Shiddiq
Bendera Fuqaha’ , dikibarkan oleh Mu’adz bin Jabal
Bendera Zuhud , oleh Abu Zarr
Bendera Amal Jariyah (social) oleh Utsman Bin Affan
Bendera Syuhada oleh Ali
Bendera Qurra , oleh Ubay Bin Ka’ab
Bendera Muazin , oleh Bilal
Bendera orang-orang yang dibunuh dengan dianiaya, oleh Sayidina Husein ra



Selain kondisi manusia yang berbeda-beda sesuai kadar keimanannya , di padang Mahsyar juga cuaca sangat panas. Karena jarak matahari sangat dekat dengan kepala-kepala manusia. Sehingga mereka mengeluarkan peluh yang dapat menenggelamkan mereka.


Dalam hadist Rasulullah SAW juga menceritakan :
Sesungguhnya matahari itu dekat pada hari kiamat , sehingga keringat seseorang itu dapat sampai setengah telinganya
(Abu Dawud dan Al Hakim)



Golongan Yang Mendapat Naungan Allah Ta'ala Di Hari Kiamat
-----------------------------------------------------------------------

Dalam riwayat Imam Bukhari - Muslim , Rasulullah SAW bersabda :
"Tujuh golongan yang Allah naungi dibawah naungan Nya pada hari tidak ada naungan kecuali Naungan Allah adalah :

1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah,
3. Seorang laki-laki yang hatinya terikat pada masjid
4. Dua orang yang saling mencintai , berkumpul dan berpisah karena Allah,
5. Seorang laki-laki yang dirayu seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan lalu ia mengatakan :" Aku sungguh takut kepada Allah "

6. Seseorang yang bersedekah secara diam-diam, sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang didermakan oleh tangan kanannya,
7. Seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sendiri sehingga meneteskan airmata,



Dari Abu Hurairah Rasulullah SAW juga bersabda :
" Sesungguhnya Allah berkata pada hari kiamat : "Manakah orang-orang yang saling mencintai karena Aku ? Hari ini , hari yang tidak ada naungan kecuali Naungan Ku, Aku naungi mereka di bawah naungan Ku"


Dari Ubadah Ibn Shamit, Rasulullah Saw juga bersabda : Allah berfirman :
"Cinta Ku untuk orang-orang yang saling mencintai (karena Aku). Aku naungi mereka dalam naungan Arasy pada hari yang tidak ada naungan selain naungan Ku"


Dalam shahih Muslim dan beberapa riwayat yag lain, dijelaskan :
"Barangsiapa yang menangguhkan /membebaskan hutang dari orang yang sedang berkesusahan , maka kelak pada hari kiamat akan berada dalam naungan Arasy"


Setelah manusia selesai melaksanakan upacara , barulah kemudian amal-amal mereka ditimbang , tidak ada seorangpun yang bisa membantah segala keputusan Allah. Karena sistim peradilan Tuhan sangat adil. Semua anggota badan kita akan menjadi saksi bagi dirinya sendiri.


Menurut riwayat sahabat Ka’ab dan Qatadah, lamanya manusia dan makhluk di padang mahsyar sekitar 300 tahun.



Adapun menurut sahabat Ibnu Umar : lamanya sekitar 50.000 tahun , berdasar pada firman Allah dalam Al Quran Al Ma’arij ayat 4 :

“Naik para malaikat dan jibril kehadirat Allah pada hari kiamat yang lamanya kira-kira 50.000 tahun. “


Bisa dibayangkan betapa sebentar sekali kita hidup di dunia, bila waktu (1 hari) disana setara dengan 50.000 tahun

Akankah kita habiskan waktu yang demikian singkat hanya untuk hal yang sia-sia ...


Ya Rabb ,
Beri kami kekuatan untuk terus mendekat kepada Mu ...
Jangan biarkan kami masuk dalam golongan hamba-hamba Mu yang merugi ..



Demikianlah gambaran keadaan manusia kelak, sangat sulit dibayangkan betapa pedihnya siksa disana , kecuali bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.

Semoga kita termasuk dalam golongan yang mendapatkan naungan Allah …

Aamiin Allahumma aamiin ..

•´♥..Aku hanya ingin cinta yang halal•´♥..

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=267030896734088&set=a.223179777785867.42089.178477708922741&type=1&theater



Bismillahirrahmanirrahiim..

Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh


Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru Sekalian Alam. Tuhan Yang Maha Rahman. Maha Rahim. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah, Muhammad Rasulullah Shallahu 'Alaihi wassalam. Allahumma Shalli 'Alaa Muhammad Wa'alaa Aali Muhammad Kamaa Shollaita 'Alaa Ibrohiim Wa'ala Aali Ibroohiim Innaka Hamidummajiid.

~♥"Yaa Rabbi"♥~ Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta, berfikir sebelum bertindak, santun dalam berbicara, tenang ketika gundah, diam ketika emosi melanda, bersabar dalam setiap ujian. Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq, sebijaksana Umar bin Khattab, sedermawan Utsman bin Affan, sepintar Ali bin Abi Thalib, sesederhana Bilal, setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum ღ Amiin ya Rabbal'alamin.


•´♥..Aku hanya ingin cinta yang halal•´♥..


Entah apa yang kurasakan..
Salahkah aku merindukannya?
Merindukan seseorang yang belum halal untukku...??
tentu aku tau aku salah Ya Allah..
Kadang,aku bingung apa yang harus kulakukan??
Aku bercerita kepada seorang akhwat yang tentunya lebih paham tentang ini..

Dia berkata,” Justru dengan kesanggupan kamu menahan rasa rindu ini,maka di situlah pengorbanannya..Mungkin memang sulit..Tapi percayalah, Allah sudah merencanakan rencana terbaik untukmu dan dirinya..”

Aku merenung cukup lama..
Yah betul,rasa sayang memang tidak salah..
Itu adalah fitrah manusia yang telah Allah berikan..

Tetapi jika dengan rasa itu kami malah membuat kami sedih,kecewa,menangis oleh sesuatu yang tak seharusnya ditangisi..

Aku pun tak ingin membuat orang lain kecewa dan sedih dengan tingkahku..
Tentunya aku lebih baik membebaskannya dari hal seperti itu..

Mengapa??
karena aku sangat peduli padanya..

Tentunya aku..bahkan ia..
kami hanya ingin cinta yang halal..
Aku tak ingin dia bersedih melihat tingkahku yang masih seperti ini..
Cemburu,sedih,kecewa,aku tak ingin dya merasakan hal itu..
Aku tak ingin dya “ sakit” karenaku..

Aku selalu berusaha untuk menahan diri..
Agar aku dapat mengendalikan rasa rindu ini..
Menahan semua kegalauan yang ada di dalam hatiku
Aku hanya berdo'a dalam hati setiap rasa rindu itu datang..


Ya Allah..tolong pegangi aku..
Tolong pegangi hatiku,,
Jika dengan perasaan ini membuat hati kami terbebani dengan rasa sayang yg belum seharusnya..


Tolong bantu kuatkan aku Ya Rabb....
Tolong bantu kuatkan Ia Juga..


Apa perasaanku salah Ya Allah??
Jika dia memang baik untukku..
Tolong dekatkan Ya Rabb..
Tetapi jika dia memang tak baik untukku..


Maka jauhkanlah..
Hamba percaya Engkau Maha Mengetahui Apa yang Terbaik untukku..
Juga untuknya..


Aku hanya ingin cinta yang halal..
Yang mendapat ridho dariMu..
Bimbinglah hati HambaMu ini Ya Rabb..a..min..


Untuk seseorang,
Jika aku menjauh darimu,,bukan berarti aku tak peduli lagi...

◦~♥◦ Ini Tentang Aku, Kamu, dan Cinta ◦♥~◦

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=267136460056865&set=a.223179777785867.42089.178477708922741&type=1&theater


ღ Lembut HatiMu Anggun PribadiriMU ღ Mutiara Muslimah Sholehah

◦☀°•˚◦♥◦˚•°☀◦˚☆♥♥☆˚◦☀°•˚◦♥◦˚•°☀◦


Bismillaahirarahmanirrahiim…
Assallamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

GoresaN Pena | Bidadari Cahaya Surga Berkalam Illahi

Sahabat saudaraku fillah...Tiap insan pasti pernah dihiasi makhluk bernama cinta, entah apa atau siapa, entah dimana atau kemana, entah menyenangkan atau pengorbanan, tapi cinta selalu dinantikan dan disambut dengan senyum bahkan tangis.

Bukan cinta bila tidak menyenangkan dan bukan pula cinta bila tidak butuh pengorbanan, namun cinta bukanlah cinta ketika ia telah dirasuki kemaksiatan sebab cinta adalah tentang penghormatan dan kehormatan. Jadi jangan katakan ia cinta bila kamu berani merusak kehormatan orang lain dan tak mampu menjaga kehormatanmu sendiri karena cinta pasti saling menghormati dan menghargai .

Ya, ini tentang aku, kamu dan cinta. Sangat mudah memang ketika aku dan kamu mengatakan cinta, tapi ketika harus membuktikannya dengan kesiapan, kesanggupan, kemampuan, sepertinya banyak yang hanya diam. Entahlah, aku tak tahu, apakah kamu begitu? Aku hanya berharap, kamu tak akan hanya diam tapi mampu bangkit untuk bergerak demi tujuan menggapai cinta.

Cara terbaik untuk tahu makna cinta hanyalah persoalan Pengorbanan. Bisa jadi kamu harus berkorban banyak dengan memberi, tanpa memberi kamu hanya sebagai Penanti. Menantikan seseorang yang akan memberimu cinta dan kamu tak akan pernah tahu, kapan cinta itu akan datang padamu. Namun jika kamu mampu untuk memberi, tanpa diperintah pun cinta akan datang dengan senyumnya. Jangan menuntut agar kamu dicintai, tapi tuntutlah dirimu untuk memberi dengan cinta.

Atau bisa jadi kamu juga harus berkorban maaf, maksudnya kamu harus bisa memaafkan. Ketika kamu mudah mengatakan cinta, seharusnya karena cinta kamu juga mudah memaafkan, tapi jika terjadi sebaliknya, kamu sangat sulit memaafkan, maka sejak awal yang ada pada dirimu bukanlah cinta. Namun, ternyata memaafkan memang tidak lah mudah, apalagi ketika kamu percaya pada seseorang dan dia dengan mudahnya mengkhianatimu, kembali lagi pada dirimu sendiri, apakah kamu tidak mau memaafkannya lantas diam dan pergi, atau kamu dengan tegar mau memaafkannya dan menginginkan dia untuk berubah? Pilihan selalu ada dalam dirimu dan ingatlah bahwa dirimu pun bukan orang yang selalu benar.

Ya, ini memang tentang aku, kamu, dan cinta. Yang aku pahami cinta bukanlah seperti cerita romeo dan juliet, yang satu mati yang lain ikut mati. Kalau cinta dipahami seperti itu, habislah isi dunia ini. Benarlah, kalau cinta memang harus saling menguatkan, saling melindungi, saling melengkapi, tapi tidak untuk bersikap bodoh. Kalau kamu bilang karena cinta kamu rela memberikan harga dirimu, lantas sikap bodoh apalagi yang akan kamu berikan atas cinta? Mengambilkan bintang, mengambilkan bulan, atau mengambil nyawa alias rela bunuh diri demi cinta? Plis, sekarang bukan lagi jaman kebodohan, cinta bukan hanya sekedar memberi tapi juga dilengkapi dengan akal sehat.

Tak salah memang kalau ada orang berkata, cinta membuat seseorang menjadi bodoh. Karena orang yang bodoh atas nama cinta telah terbuai bujuk rayu nafsu, jadi apapun kemauan orang yang dia cintai, dia akan turuti sebagai bentuk pengorbanan. Tidak, pengorbanan bukan untuk hal yang bodoh, pengorbanan hanya untuk cinta yang bersih dari segala bentuk pembodohan dan semoga kamu lah orang yang memiliki cinta yang bersih.

Ini semua tentang aku, kamu dan cinta. Kamu tahu, bahwa seorang laki-laki selalu ingin jadi orang pertama yang dicintai wanita, tapi wanita selalu ingin jadi orang terakhir untuk dicintai laki-laki. Itulah keinginan manusia, dan bukan berarti akan terwujud. Bisa jadi wanita yang kamu cintai ternyata pernah dimiliki orang lain dan kamu bukan yang pertama untuknya, lalu tentu saja mungkin laki-laki yang kamu cintai ternyata masih mencintai orang lain, siapa yang tahu kan? Tapi bisa jadi itu semua masa lalu ketia ia belum menemukan jodohnya dan ketika ia menemukan jodohnya tentu saja laki-laki atau wanita yang sudah ‘sah’ akan berharap menjadi pasangan abadi.

Cinta tidak memandang masa lalu, siapa dan apa dia di masa lalunya. Cinta hanya memandang hari ini dan esok, kenapa? Karena cinta memiliki visi dan misi perubahan bukan visi dan misi kenangan. Bolehlah kamu mengenang masa lalu, tapi hanya sebuah pelajaran bukan kekecewaan semata. Jika cinta sudah berbentuk visi misi perubahan, maka cinta hari ini dan esok akan dipergunakan untuk terus menerus berubah menjadi lebih baik. Itulah cinta yang sesungguhnya, bila cinta hanya terngiang kenangan maka kamu telah termakan obsesi ingin memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain. Maka, rubahlah cintamu menjadi memiliki visi dan misi.

Ini tentang aku, kamu dan juga CINTA-Nya. Ya, ini tentang cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Cinta yang butuh pengorbanan, walaupun tak mudah asalkan kita ridho atas ketentuan-Nya dan Allah ridho atas pengorbanan kita, maka apapun bentuk pengorbanan kita tentu akan terasa ringan.

Ini tentang cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Cinta yang diisi akal sehat kita, karena kita menerima apa yang diperintahkan-Nya dan apa yang dilarang-Nya. Dan dengan cinta inilah tidak akan ada orang bodoh, justru hanya orang-orang cerdaslah yang tunduk dan patuh terhadap-Nya bahkan berani menjemput syahid demi-Nya.

Ini masih tentang cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Cinta yang tak mengenal awal dan akhir, karena hanya kepada-Nya lah seharusnya cinta seutuhnya tertuju sejak awal kita membuka mata sampai akhir menutup mata, namun cinta-Nya tak pernah berhenti meski kita telah menutup mata. Dan cinta-Nya jualah yang membuat kita mampu berubah menjadi lebih baik, karena cinta-Nya selalu memaafkan kesalahan kita di masa lalu dan berharap kita akan melakukan perubahan di hari ini dan hari esok.

Semua ini tentang aku, kamu dan Cinta-Nya.

Wallahua’lam bish shawwab

Sempatin Waktu Sholat

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=267564690014042&set=a.223179777785867.42089.178477708922741&type=1&theater


Assalamu'alaikum warahmatulahi wabarakatuh

Kaum muslimin yang dirahmati Allah Swt

Meremehkan sholat termasuk salah satu tidak diterimanya sholat, sebagaimana Rasulullah saw bersabda:
"Demi Allah, seorang yang mencapai 50 tahun tetapi Allah belum menerima satupun sholatnya dan tiada sesuatu yang lebih berbahaya dari ini. Demi Allah kalian akan mengetahuinya dari tetangga kalian, kawan-kawan kalian yaitu orang-orang yang melakukan sholat untuk mencari perhatian dari sebagian orang dari sisi kalian, maka Allah tidak akan menerima sholatnya karena dia sudah meremehkannya. Sesungguhnya Allah hanya menerima yang baik, maka bagaimana akan menerima sholatnya sedang ia meremehkannya"
(Al Bihar, juz 84 hal 261)

Dan dalam firman Allah Swt disebutkan:
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali" [An-Nisa : 142]


*Siksaan Bagi Yang Meremehkan Sholat*

Fatimah a.s bertanya pada Rasulullah saw: "Wahai ayahku, apa siksa bagiyang meremehkan sholat, baik ia lelaki maupun perempuan? Beliau menjawab: "Wahai Fatimah, barangsiapa yang meremehkan sholatnya, lelaki maupun perempuan, maka Allah akan memberinya petaka sebanyak 15 siksa. Enam diantaranya didunia, tiga disaat kematian, tiga didalam kuburnya, dan tiga pada hari kiamat disaat ia bangun dari kuburnya"

Yang Menimpanya Didunia Yaitu:
1 Allah akan mencabutberkah umurnya
2 Allah akanmencabut berkah rezekinya
3 Allah akan menghapus ciri orang saleh diwajahnya
4 Semua amal yang dilakukan tidak diberi pahala
5 Do'anya tidak terangkat kelangit
6 Tidak mendapat bagian didalam do'a orang-orang saleh

Yang Menimpanya Disaat Kematian Yaitu:
7 Matinya dalam keadaan terhina
8 Matinya dalam keadaan lapar
9 Matinya kehausan. Yang sekiranya ia diberi minuman satu sungai, hausnya tidak akan hilang

Yang Menimpanya Didalam Kubur Yaitu:
10 Allah menyerahkan pada malaikat yang menakutkan didalam kuburannya
11 Kuburannya menjepitnya
12 Kuburannya gelap gulita

Yang Menimpanya Pada Hari Kiamat Disaat Ia Bangun Dari Kuburnya Yaitu:
13 Allah menyerahkan kepada malaikat untuk menyeretnya (bagai binatang ternak) sedang para mahluk melihatnya
14 Dihisab secara ketat
15 Allah tidak akan menoleh kepadanya dan tidak akan mensucikannya dan baginya azab yang pedih

❀FADHILAH SHALAT SUNNAT DHUHA ❀

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=268387373265107&set=a.223179777785867.42089.178477708922741&type=1&theater


*• ♥.*•.¸¸ﷲ¸ ❀ '❀❀♥ ❀ *•.¸¸ﷲ¸ ❀♥


Bismillahirrahmanirrahiim..

Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh


Shalat sunnat dhuha adalah merupakan ibadah yang dianjurkan oleh Allah Subhanahu wa Ta`ala dan Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam . Shalat sunnat ini dilakukan saat waktu dhuha,yaitu ketika saat matahari mulai naik, kira-kira dalam pandangan mata kita satu tombak, atau tujuh hasta sekitar 15 menit setelah terbitnya pukul tujuh pagi hingga waktu berakhirnya sekitar 5 menit sebelum shalat fardhu dzuhur pada saat mendeketati tengah-tengah di atas kepala kita. Jumlah raka'atnya, dari dua,empat,delapan, hingga duabelas raka'at.


Bila kita rutin menunaikan shalat dhuha maka banyak faedah yang terkadung didalamnya salah satunya adalah sedekah.Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa manusia diciptakan memiliki 360 ruas,dan terdapat berbagai kenikmatan yang tak dapat dihitung. Setiap ruang tulang ini memiliki tugas untuk bersedekah,


Sebagai rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan-Nya dan tugas ini mesti ditunaikan manusia pada setiap harinya. Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Pengasih dan Pemurah, melalui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Menjelaskan bahwa tugas bersedekah sebanyak 360 kali itu cukup tergantikan oleh Dua Raka’at Shalat Dhuha.


Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :


“Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus disedekahkan untuk setiap ruas itu." Para sahabat bertanya, "Siapa yang kuat melaksanakan itu, ya Rasulullah? Beliau menjawab, "Dahak yang di masjid itu lalu ditutupinya dengan tanah, atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah. Atau, sekiranya tidak dapat melakukan itu, cukuplah diganti dengan mengerjakan dua rakaat shalat dhuha." (HR. Ahmad dan Abu Dawud)


Keutamaan Shalat Sunnat Dhuha

Hadits Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam yang menjelaskan tentang keutamaan shalat sunnat dhuha, di antaranya :

1.Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia

Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam Bersabda :

“Setiap salah seorang di antara kamu memasuki pagi harinya,pada pada setiap ruas tulangnya ada peluang sedekah,setiap ucapan Tasbih (SubhanALLAH) adalah sedekah,setiap Hamdalah (Ucapan Alhamdulillah) adalah sedekah,setiap Tahlil (Ucapan La Ilaha Illallah) adalah sedekah,setiap Takbir (Ucapan Allahu Akbar) adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah,nahi mungkar adalah sedekah,semua itu cukup tergantikan dengan dua rakaat dhuha.”(H.R. Muslim).

2. Ghanimah (Keuntungan) yang besar

Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash Radhiyallahu `Anhuma, ia berkata:

“Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam mengirim sebuah pasukan perang.
Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.

Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).

Lalu Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”
Mereka menjawab; “Ya!
Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)

3. Sebuah rumah di surga

Bagi yang rajin menunaikan shalat dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam :

“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami`: 634)

4. Memperoleh ganjaran di sore hari

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda di dalam Hadists Qudsi,“Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, AKU akan mencukupi kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim dan Thabrani)

5. Pahala Umrah dan Haji

Shalat sunnat dhuha yang merupakan bagian dari “haji dan umrah” yang sempurna. Bukan haji dan umrah dalam arti pergi ke Mekah, akan tetapi, pahala haji dan umrah.Sebagaimana Hadist Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam dibawah :

Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam Bersabda :

“Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah,lalu duduk dzkir kepada Allah Subhanu wa Ta’ala ’hingga terbit matahari,kemudian shalat dhuha dua rakaat,maka untuknya pahala haji dan umrah,sempurna,sempurna,sempurna .” (Hadits Hasan, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, lihat Shahih wa Dha’if Sunan At-Tirmidzi, Hadits no. 586)

Dalam Sebuah Hadist lain disebutkan Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam Bersabda :

“Dari Abu Umamah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam Bersabda :“Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).

6. Shalat Dhuha adalah salah satu dari tiga Wasiat Rasulullah kepada Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

“Dari Abu Hurairah Raddhiyallahu Anhu Berkata, “Kekasihku (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) Berwasiat kepadaku dengan tiga hal, dan Aku tidak akan meninggalkannya sehingga aku mati; berpuasa/shaum tiga hari setiap bulan, melakukan shalat Dhuha dan melakukan shalat witir sebelum tidur.” (Hadits muttafaqun ‘alaih, lihat Bukhari [1107, 1845], Muslim [1182])

7. Ampunan Dosa

Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam Bersabda :

“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR. At Tirmidzi)

Dalam hadist yang lain dikatakan,“Barangsiapa yang masih berdiam diri di mesjid atau tempat shalatnya setelah shubuh karena melakukan I’tikaf, berdzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun bnyaknya melebihi buih di lautan.”(HR. Abu Dawud)

Cara Pelaksanaan Shalat Sunnat Dhuha

Shalat dhuha minimal dua rakaat dan maksimal duabelas rakaat, dilakukan secara Munfarid ( tidak berjamaah ), caranya sebagai berikut:

a.Niat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram”
b .Membaca doa Iftitah
c. Membaca surat Al Fatihah
d. Membaca satu surat didalam Alquran.Afdhalnya rakaat pertama surat Asysyams dan rakaat kedua surat Allail
e. Ruku’ dan membaca bacaanya
f. I’tidal dan membaca bacaanya
g. Sujud pertama dan membaca bacaanya
h. Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya
i. Sujud kedua dan membaca bacaanya
j. Setelah rakaat pertama selesai, dilakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.

Dengan mengenal fadhilah dan keutamaan shalat sunnat dhuha diatas, semoga menjadi pedoman kita semua, untuk setiap saat menyempatkan waktu untuk melaksanakan shalat sunnat dhuha,maka Ibadah dan usaha adalah jawabannya. Maka marilah kita bersama-sama merawat dan senantiasa mendirikan shalat sunat ini, dengan niat karna Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sahabat-saudaraku fillah yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, Semoga manfaat buat kita semua,’ Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahum Aamiin. .*(refrensi dari berbagai sumber)*.

~Renungan Bagi Seorang Istri~

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10151117075025180&set=a.10151003181825180.480702.327342750179&type=1&theater

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokatuh

Jika isterimu adalah seorang wanita Islam, muslimah yang taat kepada Allah dan Rasulnya serta takut akan adzab Allah, Saya yakin Isterimu pasti akan sangat mengerti dan paham dengan uraian saya dibawah: Suami tidak perhatian, selingkuh, sakit hati dengan perkataan atau perbuatan suami, penghasilan kurang, suasana rumah tidak menyenangkan biasanya dijadikan alasan untuk melegalkan atau membenarkan tindakan seorang istri meninggalkan suaminya dengan pergi menginap ke tempat lain (teman, saudara, kantor, ortu dll) dengan harapan dapat menyelesaikan masalah atau hanya memberi pelajaran kepada suami agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Tidakkan isteri meninggalkan suami ini sering dianggap ringan atau sepele oleh sebagian wanita yang tidak mengerti hukum islam tapi jika tindakan ini dilakukan terhadap seorang pria muslim yang paham hukum agama akan sangat fatal dan berat akibatnya karena agama Islam melarang dengan keras hal tersebut. Isteri meninggalkan rumah tidak akan menyelesaikan masalah justru akan memperberat masalah, suami akan mempunyai kesan istri lari dari tanggung jawab kewajiban sebagai isteri, membuat suami menjadi sakit hati sehingga menjadi ringan untuk menceraikannya serta menambah fitnah bagi diri sendiri dan suaminya. Apalagi jika isteri pergi meninggalkan rumah karena dimarahi suami yang menasehatinya sungguh sangat berdosa karena perbuatan isteri ini akan di laknat oleh Allah dan malaikatpun memarahinya (lihat Hadist Riwayat Abu Dawud dibawah) .

Setan selalu berusaha untuk membujuk dan mengajak manusia untuk berbuat sesuatu yang tidak diridhoi Allah dan rasulnya. Setan bernama Dasim tugasnya membujuk seorang isteri agar tidak taat kepada suami dan mempengaruhi seorang isteri agar pergi meninggalkan rumah dengan berbagai alasan untuk membenarkan perbuatan diatas meskipun sudah jelas bahwa perbuatan tersebut dilarang oleh Quran dan Hadist. Alasan sakit hati karena perbuatan / perkataan suami, yang kadang dijadikan alasan isteri untuk membenarkan tindakan meninggalkan rumah dan suami.

Seringkali ada Pihak ketiga (PIL) yang kadang menjadikan seorang isteri semangat meninggalkan suami meskipun tidak semuanya demikian. Pada Intinya seorang isteri tidak boleh meninggalkan rumah tanpa izin suaminya, jadi meskipun dinasehati dan kurang diperhatikan suami saat isteri dalam keadaan sakit bukan berarti bisa melanggar aturan Allah . Orang sakit kurang makan bukan berarti dia boleh mencuri makanan karena mencuri adalah dosa apapun alasannya.

Begitu juga sakit yang diberikan oleh Allah kepada seorang isteri sebagai pemberi peringatan dari Allah bukan berarti seorang istri boleh menyakiti hati suami dengan pergi meninggalkan rumah dan meninggalkan suaminya. Istri yang pergi dari rumah, meninggalkan suami menginap di tempat lain dan meninggalkan suaminya dalam keadaan marah sedangkan suami tidak ridho apapun alasannya, bagi wanita yang mengerti hukuman Allah sangat berat pasti akan sangat menyesal dan tidak akan pernah berani satu kalipun melakukannya karena jika seorang Isteri pergi meninggalkan rumah dan suaminya…

artinya :

1. Isteri tersebut bukan seorang wanita yang baik . Isteri meninggalkan suami atau pergi tanpa izin suami bukanlah termasuk golongan wanita yang baik karena isteri yang baik akan menghormati pemimpinnya (suaminya). Pemimpin rumah tangga dalam Islam adalah suami bukan Isteri karena Suami mempunyai kedudukan setingkat lebih tinggi dari isterinya. Dan yang paling penting adalah suami telah memberi makan maupun tempat tinggal bagi isterinya jadi sudah sewajarnya jika isteri berkewajiban untuk taat pada suaminya selama suami menyuruh dalam kebaikan (bukan kemaksiatan).

Firman Allah dalam surat An Nisa’ ayat 34 dan Al
Baqoroh ayat 228: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka Wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

(QS. An-Nisa 34) Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “ Surat Al Baqoroh ayat 228.

Seorang isteri yang pergi meninggalkan rumah tanpa izin suami dengan alasan apapun dan dalam kepergiannya tidak bermaksiatpun tetap saja termasuk wanita tidak baik (pembangkang) apalagi jika dia pergi dengan berpakaian yang tidak sopan seperti wanita pada jaman Jahiliyah Dan Surat Al Ahzab ayat 33 yaitu : Menetaplah di rumah kalian ( para wanita ), dan jangan berdandan sebagaimana dandanan wanita-wanita jahiliyah. Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan patuhilah ( wahai para wanita) Allah dan rasul-Nya. Sabda Nabi SAW : “Barangsiapa yg taat kepadaku maka ia telah taat kepada ALLAH, dan barangsiapa yg tidak taat kepadaku maka berarti tidak taat kepada ALLAH.

Barangsiapa yang taat kepada Pimpinan (Islami) maka berarti ia telah taat kepadaku, dan barangsiapa yang tidak taat kepada pimpinan (islami) maka berarti ia telah tidak taat kepadaku.”HR Bukhari, kitab al-Jihad, bab Yuqatilu min Wara’il Imam, juz-IV, hal.61.

Jika seorang suami karena suatu hal (Penghasilan kurang, PHK, Kecelakaan dll) suami menjadi kurang / tidak dapat memberikan kewajibannya terhadap isteri bukan berarti isteri boleh meninggalkan rumah, karena memang tidak ada hukum Islam yang membolehkan seorang Isteri meninggalkan rumah tanpa izin karena faktor tersebut, karena jika suami tidak dapat melakukan kewajibannya maka gugatan cerai pada suaami adalah jalan terbaik bukan malah pergi meninggalkan rumah atau suaminya.

2. Isteri meninggalkan rumah tanpa izin suami akan dilaknat oleh Allah dan dimarahi oleh para malaikat. Sabda Rasullulah SAW : ”Hak suami terhadap isterinya adalah isteri tidak menghalangi permintaan suaminya sekalipun semasa berada di atas
punggung unta , tidak berpuasa walaupun sehari kecuali dengan izinnya, kecuali
puasa wajib.

Jika dia tetap berbuat demikian, dia berdosa dan tidak diterima puasanya. Dia tidak boleh memberi, maka pahalanya terhadap suaminya dan dosanya untuk dirinya sendiri. Dia tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Jika dia berbuat demikian, maka Allah akan melaknatnya dan para malaikat memarahinya kembali , sekalipun suaminya itu adalah orang yang alim.” (Hadist riwayat Abu Daud Ath-Thayalisi daripada Abdullah Umar).

3. Isteri meninggalkan suami sama saja dengan menjerumuskan dirinya sendiri ke neraka karena suami berperan apakah isterinya layak masuk surga atau neraka. Isteri pergi meninggalkan suami artinya dia tidak taat kepada suaminya padahal jika seorang isteri tahu bahwa taat pada suami bisa mengantar dia ke surga pastilah dia akan menyesal melakukan hal itu sesuai dengan hadist Rasullullah SAW : Dari Husain bin Muhshain dari bibinya berkata: “Saya datang menemui Rasulullah SAW. Beliau lalu bertanya: “Apakah kamu mempunyai suami?” Saya menjawab: “Ya”. Rasulullah SAW bertanya kembali: “Apa yang kamu lakukan terhadapnya?” Saya menjawab: “Saya tidak begitu mempedulikannya, kecuali untuk hal-hal yang memang saya membutuhkannya” . Rasulullah SAW bersabda kembali: “Bagaimana kamu dapat berbuat seperti itu, sementara suami kamu itu adalah yang menentukan kamu masuk ke surga atau ke neraka” (HR. Imam Nasai, Hakim, Ahmad dengan Hadis Hasan). Maksudnya jika suami ridha maka Allah pun ridha.

4. Memusuhi suami sama saja dengan memusuhi Allah. Seorang isteri yang meninggalkan suami
dan memusuhi suaminya padahal suami baik pada isterinya. Sangatlah tidak mungkin masuk surga karena Bagaimana mungkin seorang isteri berharap masuk surga jika Allah memusuhinya. Bahkan jika sampai suami terluka hati / fisiknya maka Allah dan Rasullullah SAW akan memisahkan diri dari isteri tersebut. Hal ini dijelaskan dalam Hadist Rasullullah SAW :
“Tidaklah istri menyakiti suami di dunia kecuali ia bicara pada suami dengan mata yang berbinar, janganlah sakiti dia (suami), agar Allah tidak memusuhimu, jika suamimu terluka maka dia akan segera memisahkanmu kepada Kami (Allah dan Rasul)”. HR. Tirmidzi dari Muadz bin Jabal.

5. Isteri meninggalkan suami tidak ada nafkah baginya dan layak mendapat azab. Seorang Ulama dan pemikir Islam yang sangat terkenal akan kecerdasannya dan sangat dikagumi oleh para ulama pada waktu itu, penghafal Quran dan Ribuan Hadist, ahli Tafsir dan Fiqh dari Harran, Turki yaitu Ibnu Taimiyah sampai berkata: “Jika isteri keluar rumah suami tanpa seijinnya maka tidak ada hak nafkah dan pakaian”. Tidak dihalalkan bagi isteri untuk keluar dari rumah suaminya kecuali dengan ijinnya (suami),Dan apabila ia keluar dari rumah suaminya tanpa seijinnya maka ia telah berbuat nusyuz (durhaka) bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya dan ia layak mendapat adzab.” Ibnu Taimiyah (1263-1328) adalah orang yang keras pendiriannya dan teguh berpijak pada garis-garis yang telah ditentukan Allah, mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ia pernah berkata: ”Jika dibenakku sedang berfikir suatu masalah, sedangkan hal itu merupakan masalah yang muskil bagiku, maka aku akan beristighfar seribu kali atau lebih atau kurang. Sampai dadaku menjadi lapang dan masalah itu terpecahkan. Hal itu aku lakukan baik di pasar, di masjid atau di madrasah. Semuanya tidak menghalangiku untuk berdzikir dan beristighfar hingga terpenuhi cita-citaku.”

6. Taat kepada suami pahalanya seperti Jihad di jalan Allah Jika seorang isteri taat kepada suaminya serta tidak pergi meninggalkan suami maka pahalanya sama dengan jihad di jalan Allah. Perhatikan hadist berikut: Al- Bazzar dan At Thabrani meriwayatkan bahwa seorang wanita pernah datang kepada Rasullullah SAW lalu berkata : “ Aku adalah utusan para wanita kepada engkau untuk menanyakan : Jihad ini telah diwajibkan Allah kepada kaum lelaki, Jika menang mereka diberi pahala dan jika terbunuh mereka tetap diberi rezeki oleh Rabb mereka, tetapi kami kaum wanita yang membantu mereka , pahala apa yang kami dapatkan? Nabi SAW menjawab :” Sampaikan kepada wanita yang engkau jumpai bahwa taat kepada suami dan mengakui haknya itu adalah sama dengan pahala jihad di jalan Allah, tetapi sedikit sekali di antara kamu yang melakukanya. Jadi akan sangat tidak mungkin bagi seorang isteri yang mengaku mengerti hukum agama Islam tapi pergi meninggalkan tanggung jawab sebagai isteri meninggalkan suaminya dari rumah. Oleh karena itulah sangatlah penting untuk memilih istri yang mengerti akan hokum agama dan memilih isteri itu bukan karena kecantikan atau hartanya tapi dipilih karena agamanya agar selamat tidak terjerumus kedalam panasnya Api neraka. Sabda Rasullullah SAW :“Wanita itu dinikahi karena: hartanya, kecantikannya, keturunannya dan agamanya. Maka pilihlah agamanya agar kamu selamat” Hadist Shahih Bukhari. “Dunia adalah kesenangan dan sebaik- baik kesenangan di dunia adalah isteri yang baik (sholehah) ” Hadist Shahih Muslim. Lebih mulia seorang wanita member nasehat atau berbicara dari hati ke hati dengan suami bukan kepada orang lain jika terjadi ketidakadilan pada dirinya daripada langsung pergi meninggalkan suaminya . Seorang isteri yang benci terhadap suaminya dan memang berniat meninggalkan suami supaya di cerai dan kemudian berharap memperoleh pasangan pengganti atau sudah ada pengganti yang lebih baik menurut dirinya, jelas sekali wanita itu digoda setan agar wanita ini melihat lelaki lain lebih menarik dari suaminya sehingga timbul rasa bosan, cekcok dll dan akhirnya berbuntut pada perceraian. Allah SWT telah mengingatkan kita agar tidak membenci atau menyukai sesuatu padahal kita tidak tahu rahasia dibalik itu, dalam Al Baqoroh ayat 216 : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.

Saya lanjutkan, Usaha setan bisa dikatakan sukses besar bila berhasil menjadikan wanita itu cerai dan berpredikat janda karena wanita ini akan lebih mudah digoda sebab tidak ada yang menjaganya (suami) . Wanita ini akan merasa bebas tidak ada ikatan, lebih nyaman karena tidak ada yang mengontrol (suami), selanjutnya jika tidak kuat imannya (kebanyakan tidak kuat) akan timbul banyak fitnah dan dosa bagi wanita itu di kemudian hari. Godaan setan akan lebih kuat pada saat janda karena faktor alami kebutuhan batin selain itu akan banyak lelaki yang merayu yang memanfaatkan kondisi janda sehingga menyeret wanita itu dalam lembah dosa yang tiada berkesudahan sampai wanita itu sadar jika suatu saat sakit atau sudah berumur tidak ada yang menemani sampai meninggal. Pada umumnya Wanita yang menjanda karena tergoda pria lain akan lebih mudah tergoda nafsunya apalagi jika dicerai pada umur 40 tahun kebawah.

Pernikahan adalah hal yang suci melibatkan keluarga, handai taulan dan tetangga jadi tidak sepantasnyalah jika seorang isteri meninggalkan suaminya untuk alasan emosi pribadi dengan meninggalkan perasaan kebahagiaan keluarganya sendiri atau keluarga pasangannya. Atas kehendak Allah, rezeki yang lebih bisa diberikan pada isteri bukan pada suami, jadi janganlah menjadi tinggi hati jika suatu saat rezki isteri melebihi suami, merasa lebih bermanfaat dari suami, merasa bisa hidup sendiri dan dapat mengatasi sendiri segala hal, tidak mau
diatur sehingga tidak patuh kepada suami. Inilah tanda-tanda kehancuran suatu
kapal pernikahan karena ada 2 nahkoda yang mengendalikan kapal dengan arah berlawanan. Kapal Pernikahan akan bisa selamat sampai tujuan (surga dunia akhirat) jika hanya punya satu arah yang disepakati dan diusahakan bersama. Bagaimanapun juga tujuan hidup akan
lebih mudah dicapai jika ada keharmonisan sejati yang hanya dapatdicapai dalam suatu keluarga yang lengkap ada suami. Harta yang dibanggakan dan dikumpulkan bisa hilang
dalam sekejab (kebakaran, tsunami dll) tapi mempunyai suami atau isteri yang
sholeh adalah harta tidak ternilai yang tidak akan hilang kecuali mati. Oleh karena itulah peran isteri terhadap suami sangat besar dalam mengarungi samudera kehidupan agar tujuan akhir bahagia dunia akhirat dapat segera tercapai sehingga Allah pun akan memberi pahala yang besar untuk isteri yang taat dan patuh kepada suaminya…

Banyak Hadist yang menjelaskan pahala seorang Istri yang taat pada suaminya : ”Jika seorang isteri itu telah menunaikan solat lima waktu dan berpuasa pada bulan ramadhan dan menjaga kemaluannya daripada yang haram serta taat kepada suaminya, maka dipersilakanlah masuk ke syurga dari pintu mana sahaja kamu suka.” (Hadist Riwayat Ahmad dan Thabrani).

”Sesungguhnya setiap isteri yang meninggal dunia yang diridhoi oleh suaminya, maka dia akan masuk syurga.” (Hadist riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah) Jika isteri memang tidak taat kepada suaminya, setelah dinasehati secara halus, berpisah ranjang dan dinasihati secara keras tidak berhasil maka renungkanlah : Surat An Nur ayat 3 yaitu : “ Orang laki-laki pezina, yang dinikahinya ialah perempuan pezina pula atau perempuan musyrik. Perempuan pezina jodohnya ialah laki-laki pezina pula atau laki-laki musyrik , dan diharamkan yang demikian itu atas orang yang beriman”.

Pikirkanlah kembali apakah wanita ini cocok dijadikan pasangan / isteri bagi pria beriman, dan dapat membawa kebaikan bagi diri sendiri dan keluarga, ikhlaskan saja wanita ini jika ingin berpisah mungkin jodohnya adalah sesuai dengan apa yang di firmankan Allah diatas…wallahu’alam bishowab

Mudahnya Menikah Sesuai Sunnah ♥ ♥






Oleh Ibnu Mukhtar

Segala puji bagi Alloh yang mencintai kemudahan bagi hamba-hambaNya. Sholawat dan salam untuk Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam yang telah berpesan : “Mudahkan dan jangan buat kesulitan”. Dan semoga Alloh meridhoi keluarga, sahabat dan umat beliau yang selalu setia kepad agama dan sunnahnya sampai akhir zaman.

Saudaraku, ketahuilah menikah menurut tuntunan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah mudah dan memudahkan orang-orang yang akan menjalaninya. Jika seorang wanita di pinang oleh orang yang baik agama dan akhlaknya maka orang tua atau wali sudah semestinya untuk menyambutnya dengan hati bahagia dan rasa syukur, kemudia ia segera membantunya mewujudkan pernikahan kedua pasangan tersebut.

Begitu pula jika orang tua atau wali telah menemukan sosok orang sholeh yang baik agama dan akhlaknya maka ia pun dibenarkan untuk menikahkan putrinya atau orang yang di bawah perwaliannya secara langsung kepada orang tersebut. Dan tentu saja persetujuan wanita itu tetap menentukan sah atau tidaknya pernikahan tersebut. Jika ia diam saja, tidak memprotes tindakan orang tua atau walinya maka syari’at menetapkan bahwa diamnya itu sebagai bukti persetujuan dirinya atas pernikahan yang telah dilaksanakan.

Saudaraku, sekarang mari kita perhatikan salah satu proses pernikahan yang dilakukan Said bin Musayyab rohimahulloh salah seorang ulama besar dari kalangan Taabi’in berikut ini. Semoga Alloh memberikan kepada kita banyak pelajaran dan manfaatnya, baarokallohu fiikum

Abu Wada’ah rohimahulloh menceritakan tentang proses pernikahannya dengan putri Said bin Musayyab rohimahulloh seorang Tabi’in terkenal di masanya kepada salah seorang yang mengasuh keluarga Amirul Mu’minin Abdul Malik. Ceritanya sebagai berikut :

“Sebagaimana yang Anda ketahui, aku adalah seorang yang tekun hadir di Masjid Nabawi untuk menuntut ilmu. Aku paling sering menghadiri halaqoh Sa’id bin Musayyab dan suka mendesak orang-orang dengan siku bila mereka saling berdesakan dalam majelis tersebut. Namun pernah berhari-hari saya tidak menghadiri majelis tersebut. Beliau menduga saya sedang sakit atau ada yang menghalangiku untuk hadir. Beliau bertanya kepada beberapa orang di sekitarnya namun tidak pula mendapat berita tentang diriku.

Beberapa hari kemudian aku menghadiri majelis beliau kembali. Beliau segera memberi salam lalu bertanya,

Sa’id : “Kemana saja engkau, wahai Abu Wada’ah?”

Aku : “Istriku meninggal sehingga aku sibuk mengurusnya”.

Sa’id : “Kalau saja engkau memberi tahu aku wahai Abu Wada’ah, tentulah aku akan takziyah, menghadiri jenazahnya dan membantu segala kesulitanmu”.

Aku : “Jazaakallohu khoiron, semoga Alloh membalas kebaikan Anda”.

Aku bermaksud pulang, namun beliau memintaku untuk menunggu sampai semua orang di majelis itu pulang, lalu beliau berkata :

Sa’id : “Apakah engkau sudah berfikir untuk menikah lagi wahai Abu Wada’ah?”

Aku : “Semoga Alloh merahmati Anda, siapa gerangan yang mau menikahkan putrinya dengan aku, sedangkan aku hanyalah seorang pemuda yang lahir dalam keadaan yatim dan hidup dalam keadaan fakir. Harta yang kumiliki tak lebih dari dua atau tiga dirham saja”.

Sa’id : “Aku akan menikahkan engkau dengan putriku”.

Aku : ( Terkejut dan terheran-heran ) “Anda wahai Syaikh? Anda akan menikahkan putri Anda denganku padahal Anda telah mengetahui keadaanku seperti ini?”

Sa’id : “Ya, benar. Bila seseorang datang kepada kami dan kami suka kepada agama dan akhlaknya, maka akan kami nikahkan. Sedangkan engkau di mata kami termasuk orang yang kami sukai agama dan akhlaknya.”

Lalu beliau menoleh kepada orang yang berdekatan dengan kami berdua, dan beliau memanggilnya. Begitu mereka datang dan berkumpul di sekeliling kami, beliau bertahmid dan bersholawat, lalu menikahkan aku dengan putrinya, maharnya uang dua dirham saja.

( Diringkas dengan sedikit perubahan dari kitab Shuwar Min Hayaatit Taabi’in karya DR. Abdurrahman Ra’fat Basya hal. 201-203 atau Lihat buku Mereka adalah Tabi’in karya DR. Abdurrahman Ra’fat Basya Terbitan Pustaka AT TIBYAN hal. 178-179 )